RSS

"Cerita Pendek Tentangku"

Cerita Pendek Tentangku"

oleh Muthmainnah Nasaru pada 03 Juni 2010 jam 19:42
Cerita tentangku
2 juni 2010 23.30

***
Malam Mulai tiba menyibakan keheningannya ,,,,kini rumahku mendapat giliran pemadaman lampu untuk wilayan LIMBA UI . Aku terjaga dalam lamunanku diatas pembaringan, merebahkan seluruh tubuhku yang hampir seharian belum kutunaikan hak mereka untuk istrahat.
Aku baru saja mengikuti aksi damai bentuk solidaritas untuk saudara-saudaraku dipalestina, saudara-saudaraku yang sementara dihujani peluru, serta bebatuan yang sangat menyayat hati bila kutonton dimedia. Sungguh perih hati ini menyaksikan kekejaman bangsa Israel yang menelan mentah-mentah saudaraku di palestina, bayi-bayi yang tak berdosa,wanita-wanita tua dan renta seakan dijadikan santapan mereka untuk dinikmati setiap detik.
Air mataku hanya bisa berbicara dalam doa-doaku yang kupanjatkan dalam sujud terakhirku…, apa daya tangan tak sampai,aku tak bisa membantu secara fisik untuk menyelamatkan mereka dari kekejaman bangsa yahudi ,bangsa yang bejat tak punya perasaan. Hanya doa yang bisa kami jadikan senjata untuk membasmi para jahanam-jahanam yang durjana yang berkeliaran ditanah para saudara-saudaraku.


***
Ditemani kerdipan lilin yang melambai-lambaikan kan dirinya demi menerangi ruang kamarku ,aku sejenak membangkitkan diri menuju ruang makan yang berukuran sempit mengambil buah favoritku ,apalagi kalau bukan “PISANG”.
Ayah dan ibuku adalah orang ke 2 dalam keluargaku yang menjadikan pisang sebagai santapan seharian mereka ketika penat dan lelah menyelusup dalam aktivitas mereka ,demikian juga aku. Pisang menjadi cemilanku jika aku merasa gundah,bête,atau ketika ada beban pikiran yang selalu menghantui perasaanku.
Sebagaimana yang aku ketahui dari buku –buku yang aku baca bahwa pisang dapat menstimulasi saraf-saraf yang tegang menjadi rileks akibat beban pikiran yang terlalu banyak. Kata ibuku juga bahwa pisang dapat menjadikan wajah kita agar tetap kelihatan awet muda tanpa kelihatan keriput.
***


Rasa lelahku terasa hilang usai menghabiskan 2 buah pisang di atas meja makan ,kini aku kembali tertegun ditengah redupnya cahaya yang setia menerangi kamarku. Hati kecilku berbisik untuk keluar sejenak menikmati indahnya cakrawala yang ditaburi bintang-bintang yang begitu indah memukau hati hingga aku sulit untuk melukiskan keindahannya. Aku merasakan kemahabesaran ALLAH atas segala ciptaanNya dijagat raya ini, tak kusadari kelopak mataku menjatuhkan setetes Kristal penuh cinta ,Subhanallah sungguh jika air laut dari segala penjuru dunia jika dikumpulkan menjadi satu tidak akan bisa menjadi tinta untuk melukiskan ciptaanNya ini.
Suasana haru akan indahnya malam ini membawa alam pikirku terbang kesuatu tempat, tempat diamana kedua orang tuaku melaksanakan tugasnya demi melayani masyarakat yang ada di boalemo bertasbih, tangisku semakin pecah dalam diam , dinding –dinding kerinduan mengambil posisinya untuk memagari hatiku, bintik-bintik air mataku semakin membanjiri wajahku , segera kucepatkan langkah kakiku memasuki kamar,dan meluapkan kerinduanku diatas bantal ,kemudian kembali ku nyalakan mesin ketikku yang sudah dimoderenkan oleh Zaman (ACER ).
***


Malam semakin menampakan keheningnnya,aku tetap terjaga dalam kegelapan dan kesendirian, Aku pun meloncat-loncatkan tanganku diatas kibord ACER ku ,mengikuti irama hati yang memaksaku untuk melagukan seluruh rasa rinduku kepada mama dan papa melalui guratan-guratan cinta .
Sejenak ku dendangkan lagu BUNDA dari mely Goeslaw dan Instrumen Kitaro untuk memanduku menuangkan rasa yang terekam dalam memoriku saat ini.
***


“mama…aku rindu” rindu dengan belaian kasih sayangmu yang setiap kali kau elus-eluskan dalam balutan hijabku ketika aku mendekap dalam pangkuamu, Rindu dengan masakan mama yang setiap hari mama hidangkan untukku ,Rindu dengan sayur bening yang selalu kau jadikan sarapan pagiku,serta rujak mentimun + wortel yang selalu kau buatkan untukku sebagai pelepas dahagaku ketika kepenatan menghampiri rutinitasku sehari-hari , mama…. Aku rindu dengn aroma tubuhmu yang selalu ku jadikan pengantar tidurku ketika aku mulai mencurahkan segala beban pikiranku, curahan hatiku, serta dongeng-dongeng hidupku yang selalu hadir dalam catatan harianku…,mama…aku merindukanmu malam ini.
Kutitipkan salam rindu penuh Cinta untukmu ..”
Anakmu,,,yang merindukanmu
***

Hening mulai meraba kegelapan ,begitu sunyi suara hiru pikuk anak adam ,waktu menunjukan pukul 23.00 aku masih saja mengikuti alur loncatan jari-jariku menuangkan tulisanku melalui untaian tanganku hingga terajutlah komposisi kata-kata yang tersusun menjadi paragrap -paragrap yang saat ini telah menjadi cerita tentangku malam ini . (Kamis malam,2 juni 2010 ;23:30)


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kisah sejati- Kekuatan Sedekah

Kisah sejati-  Kekuatan Sedekah

Bismillahirahmanirahim..
Mata kuliah research dari dosen Muda sir  Ivan baru saja selesai,  intensitas bola raksasapun semakin tinggi, bahkan  hampir saja membakar kulitku.  Aku berjalan kaki menuju Toko buku “Books' Talk” membeli beberapa  buku  special aku hadiahkan untuk adik sepupuku  miftahuljannah  serta  melunasi  janjiku kepada adikku Wahyu tri permana untuk mengirimkan dia buku di cakung barat Jakarta Timur.



Pada saat aku membayar bukunya dikasir  , seorang ibu yang sudah tua rentah mendekat padaku menawarkan jualannya kacang rebus.  Sontak aku mengatakan “belum bu.., jalan dulu.” Sambil bergumam dalam hati :ah kalau aku beli kacang nanti uangku berkurang karena sebentar aku akan melanjutkan perjalananku kepesantren hubulo membayar SPP adikku, tempatnya lumayan jauh dan tentu tarif untuk kesana juga sedikit mahal Rp20.000, kalau aku beli kacangnya nanti uangnya berkurang, sedangkan uangku pada saat itu pas-pasan, ngapain beli kacang, nda berminat”.
 
Setelah itu sang ibu tetap saja berdiri dihadapanku dengan wajah memelas, berharap  agar aku mau membeli kacangnya. Aku pura-pura tak melihatnya, pun menghiraukannya, Aku menjauh darinya perlahan-lahan , kemudian ku segera pergi dari tempat itu, tapi anehnya hatiku merasa tak tenang ketika meninggalkan ibu tadi, dalam diam ketika aku  berjalan tiba-tiba ada bisikan kecil memasuki relung  hatiku mengatakan“ teganya kau Muth, kenapa kau tak membeli kacang rebus punya ibu tadi, kamu lebih mementingkan keperluanmu ketimbang menyedekahkan  sebagian uangmu untuk kebutuhan hidupnya, orang seperti itulah yang pantas dikasihani ketimbang peminta-peminta yang masih bertubuh kekar, kuat, tapi tidak mau berusaha.”


Aku menghentikan langkahku dan berbalik kebelakang untuk menemui sang ibu tadi, Seketika terlintas dibenakku firmanAllah :“Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan dari pada-Nyadan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui. ” [Al Baqarah 268] .


 “astagfirullah, ya salaam…” Segeraku cepatkan langkah kumenemui sang ibu tadi, Alhamdulilah dia masih ditempat itu dengan wajah teduh  dibanjiri keringat ,kemudian kukatakan padanya aku mau beli 5ribu. “Bu, saya beli kacangnya 5 ribu , kembalian nya ibu ambil”. Wajah ibu tadi seketika memancarkan senyum sumringah, mungkin karena dia senang aku mau membeli kacangnya.


Setelah itu aku  pulang melanjutkan perjalananku dengan jalan kaki menikmati polusi udara dikota Gorontalo. Dalam perjalanan pulang otakku berfikir mau diganti dengan apa sewa bentorku menuju Pondok pesantren nanti, bulan ini jatah jajanku agak beda dari bulan sebulannya karena kedua orang tuaku semalam dibawa kedokter ahli THT dan saraf, dan tentunya sedikit menguras dompet orang tuaku, sementara hasil jualan roti bakarku  masih dipinjam oleh sahabtku  untuk memenuhi kebutuhannya, aku pun tak jualan karena tempat pemanggangnya juga dah dibawa sama sepupuku kemenado.


Hmm akhirnya aku sampai dirumah kos, tempat tinggalku sementara. kuberanikan diri untuk meminjam uang dengan sedikit canggung kepada tuan kos, untung aja ibu kosnya dermawan.  iyalah secara dia adalah tanteku. Segera aku panggil bentor (becak motor) manaikinya menuju pondok pesantren hubulo.


Tiba-tiba hujan deras mengguyur kota Gorontalo. Bola mataku tiba-tiba mengeluarkan butiran Kristal dengan malu-malu membasahi kelopakku. Entah apa yang kurasa, sontak mataku  terpana pada seorang anak kecil dan kedua orang tuanya yang sementara bermain bersama air , ingatanku langsung pada adikku Nuriman dipondok, juga kedua orang tuaku yang sementara sakit diseberangsana. Segeraku berdoa mereka, karenaku tahu berdoa saat hujan derasakan maqbul doanya .


“Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078)

Akhirnya aku sampai juga dipondok pesantren Hubulo, tempat adikku menuntut ilmu,  kutemui ustadnya diasrama ikhwan  untuk membayar SPP nya bulan desember, kemudian ku meminta izin untuk bertemu dengannya. Dalam hati aku menangis ketika kulihat dia dari jauh menyambutku dengan suka cita dibaluti rasa rindu yang ingin segera berlari mendekapku.


Dia pun menyalami tanganku dengan kecupan cinta sang adik kepada kakaknya yang baru saja bertemu. Namun setelah didekatku dia melempariku pertanyaan yang sulit kujelaskan “Umy mana? Kenapa nda datang?Kk jalan sama siapa? Kok sendirian?” Aku berusaha menahan tangisanku dalam hati yang semakin membuncah , aku tak mampu tuk berkata-kata, ayahku tadi  telvon  ibuku sekarang sementara terbaring lemas  ditempat tidur, tapi takku katakana padanya, karenaku takut akan menggangu kosentrasinya untuk ujian. Kubilang saja ibu semalam kedokter tapi sudah balik keboalemo  pukul 2.30.

Ibu titip salam buatmu. Segeraku alihkan pembicaraan menanyakan kabarnya, dan memberikan uang jajannya.Tapi adikku malah mengembalikan uangnya, aku bingung penuh tanda Tanya, ada apa? Dan kenapa dia tak mau mengambilnya,“ Kak, iman dapat beasiswa prestasi, tadi uangnya Cair, ini uang untuk umy, dan kakak “

Aku semakin tak bisa  berkata-kata, seakan tak percaya apa yang dia katakan tadi, uang itu segera digenggamkan padaku sejumlah 400ribu, ya Allah.., ya Rabb..“ Nikmat Tuhan mana yang kau dustakan”, entah kebetulan atau keajaiban aku merasa inilah janji Allah yang difirmankan dalam Al-Qur’an : 

“Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” [Al Baqarah 261)


Jujur diriku diselimuti rasa takjub yang tak bisa ku gambarkan dengan kata-kata, tiba- tiba aku teringat  Uang 20ribu ku yang ku belikan kacang rebus ditoko buku tadi segera diganti oleh Allah dengan 400 ribu melalui beasiswa adikku.

Ya Allah.., tak henti-hentinya ku menangis dalam hati mensykuri nikmat yang diberikan oleh Allah swt padaku. Kumerasa mendapaatkan durian runtuh, karena sisa uangku tak cukup untuk sebulan lagi. Betapa harunya aku pada saat itu, kuhanya bisa mengekspresikan melalui bahasa hati dan linangan doa dalam sujud . Hatiku  merengek-rengek seperti anak kecil yang barusan di belikan permen oleh ibunya

Segera aku tadaburi Ayat Alqur’an surah saba ayat 39 Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.(Q.S Saba : 39)

Rasulullah saw juga menegaskan satu hadis qudsi :“ Allah berfirman: “ Wahai anak adam ! infakkanlah hartamu , Aku akan menambah hartamu”( HR.AbuHurairah ).

Jujur malam ini aku tak habis pikir dengan apa  yang ku alami hari ini. Dari sini aku mengambil hikmah dikala susah sekali pun jangan pernah tinggalkan sedekah, karena sedekah bisa  membawa  berkah dan menambah rezeki, sebagaimana kata Ali bin abithalib  “ sedekah itu adalah pemancing rezeki” Malam iniku ingin mengabadikan  kisah ku dalam deretan  tulisan yang tak beraturan, sungguh telahku buktikan  bahwasanya pertolongan  yang datang  dari Allah kepada seseorang sebanding dengan pertolongan yang  kita lakukan, bahkan Allah akan memberikan kita lebih dari yang tidak kita sangka.

Janji Allah pasti benar! hampir saja aku terbuai dengan janji syetan..,
to give in order to get…
Muhasabahku, Gorontalo, 23.30
Good night.
 (Muthmainnah Nasaru.)


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Rasulullah SAW mencintai Anak Kecil



bismillahirrahmanirrahim
Rasulullah SAW sangat mencintai anak kecil. Beliau sangat lembut dan memahami perilaku mereka. Berikut adalah contoh sikap Rasulullah SAW pada anak kecil yang patut kita teladani.
  1. Rasulullah SAW senang bermain-main (menghibur) anak-anak dan kadang-kadang memangku mereka. Contoh: Beliau menyuruh Abdullah, Ubaidillah, dan lain-lain dari putra-putra pamannya Al-Abbas r.a. untuk berbaris lalu berkata, “ Siapa yang terlebih dahulu sampai kepadaku akan aku beri sesuatu (hadiah).” Merekapun berlomba-lomba menuju beliau, kemudian duduk di pangkuannya lalu Rasulullah menciumi mereka dan memeluknya.
  2. Rasulullah SAW sangat lembut dan berempati ketika anak-anak mengalami penderitaan. Contoh: Ketika Ja’far bin Abu Tholib r.a, terbunuh dalam peperangan mut’ah, Nabi Muhammad SAW sangat sedih. Beliau segera datang ke rumah Ja’far dan menjumpai isterinya Asma bin Umais, yang sedang membuat roti, memandikan anak-anaknya dan memakaikan bajunya. Beliau berkata, “Suruh kemarilah anak-anak Ja’far. Ketika mereka datang, beliau menciuminya.”
  3. Rasulullah SAW tidak menyukai orang yang tidak memiliki kasih sayang pada anak kecil. Contoh: Al-Aqraa bin harits melihat Rasulullah SAW. mencium Al-Hasan r.a. lalu berkata, “Wahai Rasulullah, aku mempunyai sepuluh orang anak, tetapi aku belum pernah mencium mereka.” Rasulullah bersabda, “Aku tidak akan mengangkat engkau sebagai seorang pemimpin apabila Allah telah mencabut rasa kasih sayang dari hatimu. Barang siapa yang tidak memiliki rasa kasih sayang, niscaya dia tidak akan di sayangi.”
  4. Rasulullah SAW sangat memahami ketidaktahuan anak. Contoh: Seorang anak kecil dibawa kepada Rasulullah SAW untuk didoakan dimohonkan berkah dan diberi nama. Anak tersebut dipangku oleh beliau. Tiba-tiba anak itu kencing di pangkuan beliau, orang-orang yang melihatnya kaget dan berteriak. Beliau berkata, “Jangan di putuskan anak yang sedang kencing, buarkanlah dia sampai selesai dahulu kencingnya.” Beliau pun berdoa dan memberi nama anak itu. Ketika mereka telah pergi, beliau mencuci sendiri pakaian yang terkena kencing tadi.
  5. Rasulullah SAW sangat memahami perilaku anak yang senang bermain. Contoh: Ummu Kholid binti Kholid bin Sa’ad Al-Amawiyah berkata, “Aku beserta ayahku menghadap Rasululloh dan aku memakai baju kurung (gamis) berwarna kuning. Ketika aku bermain-main dengan cincin Rasulullah SAW, ayahku membentakku, tapi Rasulullah berkata, “Biarkanlah dia.” Kemudian beliau pun berkata kepadaku, “Bermainlah sepuas hatimu, Nak!
  6. Rasulullah SAW sering menyapa anak kecil dengan hangat. Contoh: Dari Anas, mengatakan “Rasulullah SAW selalu bergaul kami. Beliau berkata kepada saudara lelakiku yang kecil, ‘Wahai Abu Umair, mengerjakan apa si nugair (nama burung kecil).’”
  7. Rasulullah SAW tidak terganggu solatnya walau sambil menggendong anak. Contoh: suatu Rasulullah SAW melakukan shalat, sedangkan Umamah binti Zainab diletakkan di leher beliau. Ketika beliau sujud, Umamah diletakkannya di lantai, dan ketika berdiri, Umamah diletakkan lagi di leher beliau. Umamah adalah anak kecil dari Abu Ash bin Rabigh bin Abdusysyam.
  8. Rasulullah SAW sangat lembut pada anak yang mengganggu solatnya. Contoh: Rasulullah pernah lama sekali sujud dalam shalatnya, maka salah seorang sahabat bertanya, ”Wahai Rasulullah, sesungguhnya anda lama sekali sujud, hingga kami mengira ada sesuatu kejadian atau anda sedang menerima wahyu. Rasulullah SAW, menjawab, “Tidak ada apa-apa, tetaplah aku ditunggangi oleh cucuku, maka aku tidak mau tergesa-gesa sampai dia puas.” Adapun anak yang di maksud ialah Al-Hasan atau Al-Husain Radhiyallahu Anhuma
  9. Rasulullah SAW sangat berempati pada anak kecil yang menangis. Contoh: Ketika Nabi Muhammad SAW melewati rumah putrinya, yaitu sayyidah Fatimah r.a., beliau mendengar Al-Husain sedang menangis, maka beliau berkata kepada Fatimah, “Apakah engkau belum mengerti bahwa menangisnya anak itu menggangguku.” Lalu beliau memangku Al-Husain di atas lehernya dan berkata, “Ya Allah, sesungguhnya aku cinta kepadanya, maka cintailah dia.”
  10. Rasulullah SAW sangat mencintai anak yatim.
alhamdulillahirabbilalamin

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

.::Kartun Islami "Kawanimut"::.











Banyak orang yang kurang mengetahui dari mana asal dan pembuat kartun-kartun Islami yang sangat kreatif dan penuh makna dibawah ini. Pembuatnya sendiri memberi nama pada karya-karya dengan id "kawanimut". Kartun-kartun ini asli karya anak bangsa lhoooo yang bernama mas Danang Kawantoro.

Awalnya saya sendiri jg kurang mengetahui asal kartun-kartun tersebut, namun stlh saya tau dari sebuah situs jejaring sosial akhirnya saya bisa tau yang sebenarnya. Dan berikut adalah contoh-contoh dari kartun-kartun tersebut yang saya dapar dari accountnya di situs jejaring sosial :


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kawanimut Muthy

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS